cara mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh

4 Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Anak yang Sholeh

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab : 21)

Dalam ayat ini dengan sangat jelas Allah membeberkan kepada kita bahwa cara terbaik dalam memimpin dan mendidik manusia, adalah dengan memberikan suri teladan. Inilah yang Allah ajarkan kepada Nabi Muhammad saw, agar beliau menjadi suri teladan bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan agar siap dan sukses menyongsong hari kiamat.

Kalaulah menurut versi Allah, keteladanan diperlukan untuk memimpin dan mendidik orang dewasa, maka pasti ia semakin diperlukan lagi sebagai metode dalam mendidik dan menuntun anak-anak ke arah kebaikan yang kita harapkan. Karena anak ibarat kertas putih yang masih bersih. Orang tuanyalah yang akan membentuknya dan menentukan apa yang yang akan ditulis di kertas putih tersebut. Mau dijadikan Yahudi, NaSrani atau Majusi, tergantung orang tuanya, kata Nabi.

Ingat, fungsi orang tua dalam mendidik dan menjadi teladan bagi anak-anaknya sangat menentukan bagi kepribadian si anak. Karena orang tua adalah contoh teladan anak yang pertama kali dalam hidupnya. Para ahli pendidikan anak sering menyebut orang tua itu sebagai ‘Madrasatul Ula’ bagi anak. Tempat pendidikan pertama mereka.

Kalau contoh teladan orang tua baik, maka yakinlah anak itu akan baik juga. Anak tidak jujur biasanya dihasilkan dari orang tua yang sering mencontohkan ketidakjujuran kepadanya. Pertanyaannya adalah, keteladanan seperti apa yang harus dicontohkan orang tua kepada anaknya. 4 cara mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh antara lain, yaitu:

1. Keteladanan Dalam Menjalankan Agama

Menjalankan agama dalam keluarga adalah sesuatu yang sangat penting dan sangat krusial sekali. Karena tidak akan ada kebahagiaan di dunia apalagi di akhirat tanpa agama. Dan keteladanan orang tua sangat menentukan.

Ingin anak yang soleh, maka orang tua harus memberikan keteladanan lebih dulu, sebagai orang tua yang soleh. Ingin anak rajin ibadah, maka orang tua dulu harus mencontohkan sebagai orang yang rajin ibadah. Ingin anak sholat berjamaah ke masjid, maka orang tua harus beribadah ke masjid. Sebelum menyuruh anak rajin membaca al-Qur’an, maka orang tua lebih dahulu. rajin membaca al-Qur’an. Biasakan membaca bersama.

Yang tidak kalah pentingnya, orang tua harus membina aqidah si anak. Ajarkanlah pada anak-anak kalimat tauhid. Kalimat “Laa ilaha illallah”. Tidak ada Tuhan selain Allah. Beritahukan anak-anak bahwa kita diciptakan Allah supaya kita menyembah Allah, sebagai mana firman-Nya:

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56)

Tunjukkan kepada anak-anak bahwa orang tua mencintai Allah, agar anak-anak juga mencintai Allah. Tunjukkan juga
bahwa orang tua mentaati seluruh perintah agama. Sampaikan juga bahwa Allah-lah yang menciptakan kita. Yang memberi rezeki kita, makan, minum dan pakaian kita. Yang memberi hidayah kita untuk menjadi kaum muslimin. Yang akan membahagiakan kita di dunia dan di akhirat.

Tanamkan cara mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh tentang kecintaan kepada Rasulullah saw, dengan membacakan Siroh Nabawiyyah, agar anak mampu juga untuk mencintai sunah-sunah Nabi. Dan terus senang mengamalkan sunah-sunah Nabi. Senang bershalawat kepada Nabi, setiap nama beliau disebut. Ceritakan manfaat shalawat Nabi.

Jam Digital masjid Murah

2. Keteladanan Dalam Berakhlaq Mulia

Sudah satu keharusan, kalau orang tua ingin anaknya berakhlaq mulia, maka dia juga harus mencontohkan akhlaq yang mulia dalam rumahnya. Kalau menginginkan anak kita menjadi anak yang jujur, maka teladan orang tualah yang mereka butuhkan. Dan jelaskan juga keutamaan sifat jujur.

Teladankan juga sifat sabar kepada mereka, agar anak menjadi orang yang sabar, tidak tergesa-gesa. Sifat adil dan amanah perlu juga dicontohkan kepada anak-anak. Sifat sabar itu dilatih lewat puasa atau lewat aktivitas-aktivitas yang membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian.

Hati-hati dengan janji. Jangan mudah saja mengingkari janji di depan anak-anak. Mereka akan mencontohnya. Juga jangan pernah janji dengan anak-anak kalau tidak mampu menepatinya. Sekali kita mengingkari janji dengan mereka, maka mereka akan mencontohnya. Karena bagi anak-anak itu orang tua itu, contoh teladannya.

Didiklah anak-anak untuk selalu bersikap sopan, lemah lembut, rendah hati, penyayang dengan cara memberikan contoh teladan. Tidak dengan nasehat panjang lebar, tapi mereka tidak melihatnya contohnya pada kehidupan orang tua mereka dalam kehidupan sehari – hari.

Orang tua harus membiasakan untuk selalu mengucapkan salam kepada anak-anak. Selalu mengucapkan basmalah kalau akan memulai suatu pekerjaan. Selalu mengucapkan Alhamdulillah setelah menyelesaikan sebuah kegiatan.

Jangan lupa contohkan cara mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh tentang berbakti kepada kedua orang tua, agar anak-anak kita juga nanti berbakti kepada kita sebagai orang tuanya. Bagaimana kita memberi perlakuan kepada orang tua kita, seperti itu mereka nanti.

3. Keteladanan disiplin dan Kerja Ikhlas

Sikap disiplin dan kerja keras, bukan sesuatu yang bisa tumbuh dengan sendirinya. Perlu ada yang mencontohkannya. Dan orang tua harus memberikan keteladanan dalam hal ini. Seperti orang tua dapat undangan, maka tunjukkan kepada anak kita tepat waktu. Teladankan juga bahwa orang tua itu di samping disiplin juga pekerja keras. Nanti mereka akan meniru untuk disiplin, dengan masuk sekolah tepat waktu dan belajar yang disiplin.

Jangan lupa di samping meneladankan disiplin dan kerja keras, terutama yang harus dicontohkan juga ‘kerja ikhlas’ . Kerja ikhlas orientasinya bukan hasil. Tetapi mencari ridho Allah. Bagi orang-orang yang kerja ikhlas, masalah hasil menjadi nomor dua. Nomor satunya, bagaimana agar Allah menyukai yang dikerjakannya itu. Inilah yang dimaksud amal sholeh. Amal sholeh ini akan mengantarkan ke surga-Nya:

Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah : 82)

Teladankan juga kepada anak, apapun yang dibuatnya, harus kerjakan dengan sungguh-sungguh. Jangan Sambil malas-malasan. Ajarkan motto : ”Man jadda Wa jada “, siapa yang bersungguh-sungguh akan memanen hasil yang maksimal.
Hasil itu tidak hanya hasil kerja dunia, tapi juga akan memanen hasil akhirat, yaitu surga Allah. Asal niatnya dalam bekerja atau belajar itu hanya mencari ridho Allah.

Jangan lupa meneladankan cara mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh tentang keuletan dan ketekunan sehingga tidak mudah menyerah. Selalu bersemangat yang penuh motivasi. Tidak melupakan ketelitian dan kecermatan dalam mengerjakan apapun juga. Selalu kreatif, terampil dan berkemauan keras. Tidak mudah putus asa kalau ada kesulitan dan hambatan. Terutama selalu berpikir positif.

4. Keteladanan Agar Rahmatan Lil’ alamin

Puncaknya, berikan keteladan yang Rahmatan Lil ‘alamin. Ini keteladanan dari Rasulullah saw. Yang diperintahkan-Nya kepada Nabi yang mulia ini. Sebagaimana firman-Nya:

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Al-Anbiya’ : 107)

Keteladanan rahmatan lil ‘alamin adalah sewaktu orang tua mampu memberikan contoh kepada si anak, bagaimana orang tua bisa menebarkan kasih sayang untuk lingkungannya dan tetangga serta karib kerabatnya. Orang tua tidak hanya sibuk berbuat baik bagi dirinya dan keluarganya. Orang tua mengajak anak-anaknya untuk berbuat baik untuk orang lain.

Ingat, berbuat baik untuk orang lain itu sesuatu yang sangat istimewa di mata Allah. Sebagaimana firman-Nya:

Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik“. (Al-Baqarah: 195)

Orang tua yang mampu meneladankan agar si anak bisa berbuat baik kepada orang lain, akan membuat si anak tumbuh menjadi anak yang luar biasa. Anak ini akan suka menolong, membantu dan bermanfaat bagi orang lain. Anak ini akan mendahulukan orang lain (itsar) daripada dirinya sendiri. Anak seperti inilah yang akan mendapat rahmat dari Allah, sebagaimana firman Allah:

Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik“. (Al-A’raf : 56)

Akhirnya, kalau keempat cara mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh di atas bisa diteladankan kepada anak-anaknya, itulah sukses dunia akhirat. Baik itu sukses untuk orang tua, maupun bagi anak-anak. Aamiin.
Drs. H. Bakrim Ma’as.